Kumpulan Dongeng

“BILA ADI TIDAK MAU MAKAN”

Sejak kemarin siang Adi cemberut terus. Makanan yang disediakan di meja makan hampir tidak disentuhnya. “Tahu lagi,tahu lagi. Sayur bening lagi, sayur bening lagi…,” keluhnya keras, berharap ibunya mendengar. “Tahu dan sayur bening itu sehat dan bergizi lho,ayoo makan!” teriak Ibu dari dapur. “Tapi Adi bosan, Bu. Mengapa tidak ada sayur yang lain? Dua hari yang lalu tahu dan sayur bening,” lanjut Adi. Adi tidak mengetahui bahwa sebenarnya hati Ibunya sangat sedih mendengar keluhan anaknya itu. Bukan tidak ingin mengganti dengan sayur lain. Uang belanja Ibu hari ini hanya cukup untuk membeli sayur bening dan tahu.

Akhir-akhir ini dagangan Ayah Adi memang tidak seramai dulu, mungkin karena sudah banyak supermarket yang menjual banrang dengan harga lebih murah, sehingga langganan Ayah beralih belanja disana. Adi tidak mengerti bahwa Ayahnya setiap hari bekerja keras dari pagi hingga malam demi mencukupi biaya hidup sehari hari keluarganya. Setiap orang tua tentunya ingin sekali memberikan makanan yang enak-enak untuk anaknya. Namun jika uang yang ada hanya cukup untuk makan seadanya, seorang Ibu tentunya harus mengatur agar setiap hari masih bisa membeli sayur.

Esok harinya Adi masih juga mengeluh walau makanan yang dimasak Ibu adalah tempe goreng dan sup kentang wortel. Bahkan Adi membuang sisa makanan yang tidak dihabiskannya. Hati Ayah sangat sedih saat melihatnya. “Adi, apa hari ini bisa membantu Ayah?” tanya Ayah tenang. “Membantu apa, Ayah?” Adi masih bingung. “Ikut Ayah berdagang,” ajak Ayah. Karena hari ini hari Minggu, Adi mengiyakan. Dengan pakaian sederhana dan rambutnya disisir rapi, Adi mengikuti langkah Ayahnya naik bis kota menuju toko-toko langganannya di tengah kota. Baru kali ini Adi naik bis. Ayah memegang erat tangan tangan Adi agar Adi tidak terjatuh. Adi pun memperhatikan Ayahnya yang menawarkan dagangannya.Satu demi satu toko dimasukinya. Ada yang membeli, ada pula yang menolaknya. Hingga tak terasa hari sudah siang, merekapun pulang. Dalam perjalanan pulang di bis, Adi bertemu dengan dua pengamen kecil yang sangat kurus, namun perut mereka besar sekali.

“Ayah, Ayah! Anak-anak itu kenapa Ayah? Mengapa perutnya besar sekali?” tanya Adi tak sabar. “Anak itu busung lapar. Mereka kurang gizi, kurang makan, sehingga perutnya besar,” jelas Ayah. Adi diam sejenak. Ia memperhatikan pengamen itu turun dari bis dan segera masuk ke dalam bis lain di belakang. “Begitulah kehidupan mereka. Untuk makan saja sulit. Sejak kecil mereka sudah harus cari makan sendiri, bahkan sakitpun masih berkeliling mencari uang, ” sambung Ayah.

Adi terdiam mendengarnya.Ia merasa bersalah kepada Ayah dan Ibunya. Selama ini, Adi tidak pernah menyadari bahwa ia lebih beruntung dari dua anak tadi dan betapa lelahnya Ayah bekerja untuk bisa membeli beras untuknya. Demikian pula mama yang letih memasak di dapur. Sesampainya di rumah, Adi segera meminta maaf kepada Ayah dan Ibunya. Adi berjanji akan selalu mensyukuri dan menghabiskan makanan yang telah Ibu masak untuknya.

TAHUKAH KAMU???

  1. Tiap hari kurang lebih 24.000 orang meninggal karena lapar, bahkan diantaranya adalah anak-anak berumur di bawah lima tahun.
  2. Diperkirakan bahwa di Dunia ada kira 800 juta penderita kelaparan dan malnutrisi (kekurangan gizi dalam tubuh mereka).
  3. Satu dari tujuh orang di Dunia kelaparan. Jika penduduk Dunia berjumlah 7 milyar, maka orang yang kelaparan mencapai 1 milyar orang.
  4. Tigapuluh juta orang mati karena kelaparan tiap tahunnya. Setiap 3,6 detik terdapat satu orang meninggal karena kelaparan dan 75% diantaranya adalah anak-anak.

Begitulah keadaan saudara-saudara kita yang lain.Saat ini, kita bisa makan 3 kali sehari adalah sangat beruntung. Oleh karenanya,jangan lagi mengeluh dan menyisakan makananmu. Syukuri dan hargailah semua itu.

TUHAN, terima kasih atas makanan yang berlimpah dalam hidup saya.Saya berjanji akan selalu mensyukuri setiap sendok yang saya makan. Semoga setiap anak di bumi ini juga bisa makan dengan cukup seperti saya.

“JERUK YANG MENGGELINDING”

Udin adalah anak yang sangat patuh.Ketika ia berumur 6 tahun, Ayahnya mengajak Udin mengunjungi rumah Paman Ali, sahabat Ayahnya. Setibanya di rumah paman Ali, Udin memberikan salam dengan hormat dan sopan. Paman Ali sangat suka akan sikap Udin. Beliau pun mengajak Udin menikmati jeruk segar yang baru dibeli dipasar. Rasanya manis sekali……

Udin pun  teringat akan ibunya di rumah. “Sayang, ibu tidak disini. Aha…… kubawa saja beberapa untuk ibu”, pikir Udin. Ia pun mengambil beberapa buah jeruk dan menyimpannya di dalam di dalam bajunya. “Udin, ayo kita pulang!”, panggil ayahnya kemudian.

Udin bergegas menghadap paman Ali untuk pamit dan memberi salam hormat. Pada saat Udin membungkukkan badan, 2 buah jeruk yang disembunyikan menggelinding keluar dari bajunya. Wajah Udin dan Ayahnya memerah menahan malu. Udin pun segera berlutut memohon maaf dan menjelaskan alasan kenapa dia mau mengambil jeruk-jeruk tersebut. Ia tahu Ibunya sangat menyukai buah jeruk.

Mendengarnya paman Ali berkata, “Kamu memang sangat berbakti. Tetapi berbuat demikian adalah salah. Jika kamu ingin berbakti kepada ibumu, kamu boleh memintanya kepada paman, paman pasti akan memberikanmu jeruk-jeruk itu, tetapi menyembunyikan tanpa minta ijin adalah tidak benar”. Udin menyadari kesalahannya. Paman Ali kemudian memberikan sekeranjang penuh buah jeruk kepada Udin sebagai hadiah untuk ibunya.

Pesan Moral: Walaupun kita ingin berbuat bakti, namun kita harus menjaga nama baik orang tua kita. Berbakti bukan dengan cara mengambil milik orang lain tanpa ijin. Mari kita belajar untuk menjadi anak yang berbakti.

Pertanyaan:

  1. Mengapa Udin menyimpan 2 buah jeruk dalam bajunya?
  2. Benarkah yang dilakukan Udin?
  3. Jika kamu adalah Udin dan kamu ingin membawa pulang jeruk itu, apa yang akan kamu lakukan?
  4. Jika kita telah berbuat salah, apa yang harus kita lakukan?

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s